Kamis, 08 Januari 2015

Karya Jabir bin Hayyan

 Karya-karya Jabir bin Hayyan




Jabir telah meninggalkan banyak karyanya bahkan ada yang menyebutkannya tidak kurang dari 200 judul buku. Karya-karyanya hingga kini masih tetap terpelihara dan tersimpan di berbagai perpustakaan nasional di beberapa negara, seperti di Musium Britania Inggris misalnya, didapati sebuah manuskrip karya Jabir yang berjudul Al-Khawâsh al-Kabîr (Inti-inti yang Besar), sementara di Perpustakaan Nasional Paris (Prancis) terdapat satu naskah karya Jabir dengan judul Al-Ahjâr (batu-batuan). Karya-karya Jabir kian banyak diakui oleh para ilmuwan Barat. Hal ini terbukti dengan mulai banyaknya diterjemahkan karya-karyanya itu ke dalam bahasa Latin yang menjadi rujukan standar selama beberapa abad. Karya-karya Jabir menarik minat para ilmuwan Barat, seperti R. Ruska, Kupp, EJ Holmyard, M. Berthelot, Paul Kraus, George Sarton, R. Russell, dan lain-lain, untuk menelaahnya.

Demikian banyaknya tulisan-tulisan Jabir, membuat orang meragukan keorisinilan dan bahkan beberapa sejarawan malahan mempertanyakan eksistensi historis Jabir. Tetapi tidak demikian di mata seorang sejarawan terkemuka tentang alkhemi Islam, EJ. Holmyard. Holmyard menempatkan Jabir sebagai ilmuwan Arab terkemuka dan menolak kecurigaan-kecurigaan yang dilontarkan terhadapnya oleh ilmuwan-ilmuwan yang masih berprasangka. Demikian juga Sarton yang menganggap Jabir sebagai masa yang penting dalam sejarah budaya keilmuan Islam. Di samping itu, sumber sejarah Syi’ah terlalu konsisten dalam perihal Jabir, sehingga tak dapat disangsikan lagi bahwa tokoh ini memang pernah hidup. Namun tak dapat diragukan lagi, bahwa banyak karya dalam kumpulan naskah Jabir merupakan tambahan kemudian dari Ismailiyah dan ternyata Jabir lebih dari seorang tokoh historis tapi juga dijadikan tipe intelektual dan banyak karya yang kemudian ditulis menggunakan namanya. Sedikit alasan itu meragukan, bahwa banyak dari kumpulan itu berasal dari Jabir dan sisanya dari aliran yang dihubungkan dengannya.

Persoalan di atas kian diperumit lagi dengan adanya kenyataan, bahwa dengan nama Latinnya, Geber, ditemukan serangkaian karya dalam bahasa Latin tanpa terdapat aslinya dalam bahasa Arab, sementara karya lain oleh “Geber” sesungguhnya versi Latin dari naskah yang termasuk kumpulan naskah Jabir. Perlu kiranya dibedakan antara Geber Latin dan Jabir, meski sebelum semua kumpulan naskah Jabir, yang sebagian besar masih tetap belum diterbitkan, ditelaah, tidak dapat dipastikan berapa jumlah karya Geber Latin berasal dari ahli alkhemi Barat, besar dugaan seorang Spanyol yang menggunakan nama ahli seni alkhemi ternama itu. Dan persoalan ini terus ditelusuri demi menyakinkan bukti yang ada. Karya-karya yang begitu beragam dan mencakup berbagai ilmu mulai dari alkhemi, sejarah sains Islam, kedokteran, astrologi, dan lain-lainnya itu masih tetap bertahan hingga akhir abad ke-17 M. Selanjutnya hingga abad ke-9 M dan awal abad ke-10, kumpulan karya Jabir mulai mendapat perhatian serius, karya-karyanya itu kemudian diselamatkan dan kemudian dihimpun atau dikumpulkan.

 Diantara sekian banyak karya Jabir, sebanyak 80 buah kitabnya membahas tentang ilmu kimia, beberapa di antaranya adalah :
1. Kitab Al-Ushul Al-Kimyai (Buku Susunan Kimia) sudah diterjemahan kedalam bahasa Latin dengan judul “Gebri Arabis Chimia sive Traditio Summae Perfectionis et Investigatio Mafisterii” yang kemudian baru diterbitkan pada 1668 M. Terjemahannya dari bahasa Latin ke dalam bahasa Inggris sudah dilakukan dahulu oleh Robert Chester pada 1144 M, dengan judul Book of the Composition of Alchemy. Buku tersebut pada 1490 M kemudian diterbitkan oleh E. Sieber di Roma.
2. Pada 1678 M, Richard Russel menerbitkan daftar karya-karya Jabir dengan judul The Works of Geber. Masih di tahun yang sama, “Kitab Asy-Syams Al-Kamil” (Matahari Kesempurnaan), oleh Richard Russel diterjemahkan dari bahasa Latin ke dalam bahasa Inggris dengan judul Sun of Perfection. Kedua karya tersebut sempat diterbitkan kembali pada tahun 1928 M dengan judul Great Arab Alchemist from Seville yang di beri kata pengantar oleh E.J. Holmyard. Terbukti hingga kini, buku-buku tersebut masih dipergunakan sebagai bahan rujukan pokok dalam bidang kimia.
3. Al Mawazin (Al-Mizan = Book of Balance = Timbangan)
4. Al-Mizâj (Persenyawaan)
5. Al-Ashbâg (Pencelupan)
6. Mâ Ba’da al-Thabî’aħ (Metafisika)
7. Al-Khamâ`irul Kabîraħ ( Harta yang Besar)
8. Al-Hudûd wa al-Sirr (Batas-batas dan Rahasia)
9. Al-Sirr al-Maknun (Rahasia yang Terpendam)
10. Al-Arkân al- Arba’ah (Prinsip yang Empat)
11. Al- Nihâya wa al-Tamâm (Penghabisan dan Penyempurnaan)
Jabir juga memberikan nama bukunya dengan menggunakan sebagian dari nama bab-bab yang ada di dalam bukunya, yang ada di dalam “Jabirean Corpus”. Dalam keseluruhannya, The Jabirean Corpus dianggap sebagai karya tunggal yang terpenting mengenai ilmu kimia dalam bahasa Arab dan bukan saja menjadi sumber utama ilmu kimia Islam, tetapi juga menjadi sumber utama ilmu kimia Latin pada abad ke-9. selain berisi Kitab Al-Mizan, di dalamnya juga berisi kumpulan :
1. Al-Khamsu al-Mi`ah (Yang Ke-50)
2. Al-Sab’ûn (yang ke-70). Diterjemahkan oleh Gerard dari Cremona pada 1444 M.
3. Al-Mi`ah wal Itsnâ ’asyarah (Yang Ke-112)
4. Al-Mi`ah wa al- Arba’un (Yang Ke-140)
5. Al-Sab’u al- mi`ah (Yang Ke-700)
Buku-buku lainnya yaitu :
1. Kitab Al-Adawiyat Al-Mufradah (Buku Ramu-ramuan sederhana)
2. Kitab Al-Sab’un (Buku ke 70), buku ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin oleh Gerard dari Cremona pada abad ke-15.
3. Kitab Al-Thibb Al-Nabawi ‘ala Ra`yi Ahl Al-Bayt (Buku Ilmu Kedokteran Rasul menurut Pandangan Ahli Bait).

Melihat banyaknya karya-karya Jabir dalam berbagai bidang, tentunya menandakan seberapa jauh penguasaan ilmu pengetahuan yang digelutinya, sehingga selain menjadi ulama, Jabir terlihat sebagai ilmuwan serbabisa, meski ilmu kimia dan kedokteran lebih dominan diminatinya.

Di samping karya-karya tulisnya, Jabir juga memiliki murid-murid yang turut menyebarluaskan dan memperkokoh pemikiran Jabir bagi perkembangan kimia berikutnya. Meskipun sulit mengidentifikasi seluruh murid-murid Jabir bin Hayyan, namun Ibnu al-Nadim menyebutkan beberapa orang yang dinyatakannya sebagai murid dari Jabir, antara lain: Al-Kharaqiy, Ibn ‘Iyadh al-Mishriy, dan Al-Ahmiimiy. Di samping itu, Al-Razi juga menyatakan sebagai murid Jabir, meskipun bukan murid dari Jabir dalam pola interaksi guru murid, namun merujuk sebagai murid dari kitab-kitab yang ditulis Jabir.

Salah satu kumpulan tulisan Jabir adalah Mukhtâr Rasâ`il vol. 1 edisi berbahasa Arab yang diterbitkan oleh Maktabah Al-Khandji Kairo, Mesir tahun 1935. Buku Mukhtâr Rasâ`il vol. 1 ini merupakan hasil kerja keras salah seorang ilmuwan Barat, Paul Kraus . Ia menerbitkan tulisan-tulisan pilihan dari karya Jabir bin Hayyan tersebut dengan judul Mukhtar Rasa’il Jabir ibn Hayyan (cetakan al-Khaniji, Kairo, 1354 H / 1935 M). Dalam antologi tersebut ia mempublikasikan pasal-pasal utama dari buku-buku Jabir. Disamping itu ia juga mempublikasikan risalah-risalahnya secara lengkap. Dalam proses seleksi ia berusaha memilih teks-teks yang dapat dianggap sebagai representasi dari berbagai aspek aliran Jabir. 


Di dalam antologi tersebut terdapat contoh-contoh kajian Jabir tentang kimia dan kajian-kajian tentang Fisika-filosofis, disamping dapat ditemukan pula teks-teks yang berkaitan dengan aspek aspek agama yang tentunya menjelaskan hubungan antara pendapatnya dan pendapat kelompok Syi’ah. Fakta ini memperkuat keterkaitan risalah-risalah Jabir dengan kalangan Syi’ah Isma’iliyyah. Kraus dalam upayanya untuk mempublikasikan benar-benar mencurahkan jerih payah yang sangat besar, sebab berbagai naskah yang menjadi pegangannya tidak karuan sama sekali. Sebagian risalah ia edit hanya dengan mengandalkan satu manuskrip saja.

Dalam kondisi demikian ia harus melengkapi kekurangan yang terdapat dalam banyak tempat dan mengajukan usulan-usulan perbaikan yang tidak sedikit jumlahnya. Upaya Kraus dapat dikatakan telah berhasil, sehingga ia mampu meyuguhkan sebuah teks yang jelas dengan sedikit kesalahan yang dapat diperbaikiSebagian karya Jabir ditulis secara berseri, dan sebagian lainnya merupakan tulisan tunggal. Selain dalam bidang kimia, Jabir Ibnu Hayyan juga menuliskan karyanya dalam berbagai cabang disiplin ilmu seperti filsafat, fisika, khususnya kajian mekanika, kedokteran, ilmu pabrikasi, dan ilmu tentang alat-alat perang yang seluruhnya kurang lebih berjumlah 39.000 kitab dan artikel. Di antaranya 500 karya kedokteran, 1.300 karya ilmu mekanika dan fisika, 500 karya berbentuk kritik terhadap para filsuf, dan 500 karya filafat (cipsi, 2007)

Subhanallah betapa bangganya kita sebagai umat islam karena memiliki seorang tokoh islam yang begitu hebat dan kita harus selalu menghargainya. Karena sesungguhnya kaum muslim memiliki potensi untuk juga menciptakan atau menemukan kesuksesan dalam bidang science layaknya ilmuwan-ilmuwan Eropa pada saat ini, kerena kaum kita lah yang terlebih dahulu diberikan petunjuk oleh Allah.

Sumber:

http://www.chem-is-try.org/tokoh_kimia/jabir_ibn_hayyan_bapak_kimia_modern/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar